Dominoqq – Perilaku menyimpang dalam terminologi Alquran disebut sebagai perbuatan jahat, dalam Alquran perbuatan ini negatif dan harus ditinggalkan. Dibuatnya hukum didalam Al-Quran sendiri diberikan agar masyarakat melakukan kebaikan dan tidak melakukan kejahatan yang dapat menimbulan dosa. Agar tujuan hukum tercapai, tentunya manusia harus mematuhi dan menaati peraturan ini.

Al-quran sendiri sangat melarang judi, dikarenakan judi ini sendiri membuat perpecahan dantara para pemainnya, dan tentunya tidak hanya menyebabkan permusuhan antara pemain, akan tetapi judi ini juga menjauhkan para pemain dari doa doa dan menjauhkan diri daripada Allah, yang mana hal ini sudah masuk ke perbuatan yang menandung dosa

Memahami maysir

Hukum judi dalam islam, yang berupa maisir , Maisir itu sendiri adalah setiap hal di dalamnya, taruhan. Jadi judi dalam Islam tidak hanya terletak pada permainan dominoqq, tetapi juga pada tindakan yang dipertaruhkan. Taruhan bukan hanya uang tetapi bisa rumah, mobil, tanah, dan banyak lagi. Berjudi berarti sebuah kegiatan kompetisi yang tidak saling menguntungkan. Pemain yang kalah arus memberikan barang atau sesuatu yang sudah di sepakati bersama sebelumnya kepada pemenang.

Yang mana hal ini merupakan tindakan yang dilarang karena adanya kerugian dari pihak yang kalah, tidak ada kegiatan yang saling menguntungkan dari kompetisi yang diadakan ini. Kecuali keduanya termasuk Muhallil, diperbolehkan jika kuda yang digunakan Muhallil setara dengan dua orang yang bersaing. Pihak ketiga adalah mediator bernama Muhallilm karena berfungsi untuk membenarkan kontrak dan menghapus formulir perjudian yang dilarang

Judi atau maisir sendiri merupakan kegiatan/kompetisi dimana dua orang atau lebih melakukan pertaruhan yang mana pihak yang kalah memberikan sejumlah uang atau barang kepada pihak yang menang. Mengenai perjudian, didalam hukum judi dalam islam hal itu secara jelas diuraikan dalam artikel yang terkandung dalam qanun nomor 13 tahun 2003, Bab III Pasal 4 dengan jelas menyatakan “hukum Maisir melanggar hukum”.

Aktor Perjudian

Ta’zir dalam hal ini tentunya berlaku untuk semua orang, yang mana syarat utamanya adalah mempunyai akal sehat. Tidak ada perbedaan, pria atau wanita, tidak benar atau Muslim, siapa pun yang mengabaikan atau menganggap pihak lain sebagai alasan yang tidak dibenarkan melalui tindakan, kata-kata, atau gerakan.

Suatu tindakan hukum judi dalam islam dapat dikatakan berjudi jika memenuhi unsur tertentu. Jika mengutip dari bapak H.S Muchlis , terdapat 2 syarat khusus yang meliputi orang tersebut melakukan perjudian. Harus terdapat dua orang pemain atau lebih, yang diarahkan untuk melakukan pertahuran sebagaimana yang telah ditentukan oleh Bandar judi tersebut.

Dan juga yang kedua harus ada pihak pemenang dan pihak yang kalah, yang mana dari antara kedua pihak ini ditentunkan oleh Bandar diluar penetahuan para pemain yang bertaruh. Jika melihat dari sistem perjudian diaas, tentunya kita dapat mengetahui bahwa jika ada tim sepak bola yang sedang bertanding dan kemudian ada sponsor  yang ingin memberikan hadiah kepada pemenang nantinya, hal tersebut tidak masuk kedalam judi.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam hukum judi dalam islam. yang tentunya pada prinsipnya sendiri hadiah yang diberikan oleh pengada acara seperti kegiatan sepak bola, gulat, pertandingan olahraga lainnya, ataupun festival tidak termasuk kedalam judi, karena tidak membahayakan para pemainnya sendiri, dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan akan hal tersebut, dan hadiah yang diterima sesuai dengan hal dibawah :

Jika hadiah yang diberikan oleh pihak penyelenggara diberikan untuk pemenang. Jika uang / hadiah adalah janji dari salah satu dari dua orang yang bersaing dengan lawan mereka. Jika uang / hadiah diberikan oleh pesaing dan mereka ditemani oleh Muhallil, yang akan mengambil hadiah uang, jika juara menang; Tapi dia tidak perlu membayar jika sang juara kalah.

Posisi Judi Di Jarimah Ta’zir

Dalam studi yurisprudensi yang menyangkut hukum judi dalam islam. ¬†Jinayah ada tiga jarimah, yaitu sebagai berikut: pertama, rahmah qishash yang terdiri dari pembunuhan penganiayaan. Kedua, Jarimah Hudud yang terdiri dari Perzinaan Jarimah, Jarimah Qadzf, Jarimah Syurb al-Khamr, Jarimah al-Baghyu. Ketiga, jarimah ta’zir adalah semua jenis tindakan kriminal yang tidak diatur secara eksplisit oleh Al-Qur’an dan Hadits

Ketentuan pidana perjudian menurut hukum Islam adalah bentuk rahmah ta’zir. Hukum pidana termasuk dalam tajmah ta’zir karena setiap orang yang melakukan tindakan amoral yang tidak memiliki sanksi dan tidak memiliki kewajiban untuk membayar expiation harus dituntut, baik tindakan tidak bermoral dalam bentuk pelanggaran hak-hak Tuhan atau hak asasi manusia.

Ta’zir adalah tindakan kriminal yang bentuk dan jumlah hukumnya tidak ditentukan oleh syara ‘. Hukum Judi Dalam Islam yang selanjutnya Kejahatan yang termasuk dalam jenis ini adalah semua tindakan kriminal yang hukumnya ta’zir. Pelanggaran pidana ini terdiri dari tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

Tindak pidana Ta’zir asli, yaitu setiap tindak pidana yang tidak termasuk dalam kategori tindak pidana Qudash dan Diat. Kejahatan hudud yang tidak memenuhi hukuman yang ditentukan adalah tindakan kriminal hudud yang tidak sempurna dan yang hukumnya telah dihindari dan dihapuskan. Kejahatan qishash dan diat yang tidak terancam oleh hukuman yang ditentukan.

Mungkin itu saja untuk pembahasan tentang hukum judi dalam Islam. Kalian bisa membaca ulasan yang lebih lengkap melalui media seperti buku dan juga kebijakan yang dikeluarkan oleh lembaga keagamaan. Tentunya dikarenakan judi ini suatu perbuatan yang terlarang, disarankan untuk teman-teman tidak mencobanya sama sekali, karena selain mendapatkan dosa, teman-teman juga bisa terjerat kasus hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *