Bandarqq – Seperti yang sudah Anda ketahui, agama Islam menentang dan melarang dengan sangat keras terhadap permainan judi. Hal tersebut tentunya karena berbagai macam alasan dan dalil yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT di dalam kitab suci-Nya. Dalil-dalil tersebut tentu tidak diperbolehkan ditentang dan dilanggar oleh umat Islam itu sendiri, karena bagi yang melanggar tentu akan diberikan ganjaran atau hukuman kelak.

Terdapat banyak sekali dalil yang menjelaskan bahwa judi itu diharamkan dalam agama Islam, tapi tetap saja masih banyak umat Islam yang melanggar dan tidak memperhatikan dalil-dalil yang sudah ada. Bahkan banyak di antara mereka tidak tahu mana bunyi dalil yang mengharamkan permainan judi. Oleh karena itu, berikut ini dalil-dalil yang menyebutkan dengan jelas mengenai haramnya permainan judi dalam agama Islam.

Surah Al-Maidah Ayat 90

Dalil yang pertama yang menuturkan jika permainan judi itu terlarang dalam agama Islam terdapat dalam surah Al-Maidah ayat 90. Di dalam ayat tersebut disebutkan bahwa sesungguhnya khamr atau minuman keras, dan perundian masih dengan panah, dalam artian taruhan jelas-jelas dikatakan haram. Bahkan di dalam ayat tersebut disebutkan juga jika judi dan minum minuman keras adalah perbuatan syetan yang terkutuk.

Nah, ayat pertama yang menunjukkan larangan judi tersebut sudah menuturkan dengan sangat jelas bahwa Allah telah melarang dengan tegas, bahkan mengatakan jika permainan judi adalah pekerjaan atau perbuatan syetan yang sudah tentu dibenci oleh Allah. Dari situlah sudah tentu jika barang atau hal yang dibenci tentu akan mendatangkan kemaksiatan dan dosa-dosa. Oleh karenanya, jangan sampai Anda terjerumus ke dalam permainan syetan tersebut dan berhati-hatilah.

Surah Al Hajj Ayat 30

Jika dalam surah Al Maidah disebutkan dengan jelas jika permainan judi bandarqq itu haram, maka di dalam surah Al Hajj disebutkan bahwa judi itu perbuatan rijs atau najis. Jika ditafsirkan, maka permainan judi tersebut sudah tentu hal yang menjijikkan dan harus benar-benar ditinggalkan. Nah, dalam ayat tersebut juga dikatakan bahwa kita harus menjauhi perbuatan rijs tersebut. Bayangkan saja, mendekat saja tidak diperbolehkan, apalagi jika sampai mencoba bermain?

Jangan sampai Anda terjerumus ke dalam permainan yang sudah dilarang dengan sangat jelas tersebut, Anda harus benar-benar berhati-hati dalam berkata dan bergaul. Hal tersebut dikarenakan semua perbuatan dan perilaku keseharian seseorang bisa dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan di sekitarnya, atau bisa juga tergantung dengan kondisi dan situasi lingkungan yang ada. Jadi, pastikan Anda tidak salah dalam bergaul maupun memilih teman.

Jangan sampai Anda mwndaoat kerugian yang besar hanya karena menuruti rasa gengsi pertemanan sehingga terus menerus tergantung dan harus mengikuti tren orang-orang yang ada di sekitar Anda, hal tersebut dikarenakan hidup haruslah mempunyai prinsip pribadi yang kuat.

Hadis Riwayat Imam Muslim dari Ibnu Umar

Dalil selanjutnya mengenai larangan permainan judi berasal dari hadis atau sabda Nabi Muhammad SAW, yakni hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Umar. Dalam hadis tersebut, telah disebutkan bahwa setiap segala sesuatu yang memabukkan itu haram, dari situlah bisa ditarik kesimpulan jika khamr atau minuman keras itu jelas diharamkan.

Nah, dari sini bisa ditarik satu garis jika seorang pemain judi cenderung akan terbujuk meminum minuman keras ketika merasa stres oleh kekalahan yang dialami, jadi, dua hal tersebut tentu sangat berkaitan dan sama-sama menjadi hal yang terlarang oleh agama Islam. Bagi seseorang yang melanggar, tentunya akan mendapatkan dosa besar dan mendapat siksa Allah di akhirat kelak.

Sebab Adanya Larangan Judi

Dalam Islam, sebab adanya larangan permainan judi ada beberapa hal, yang pertama yaitu karena menyebabkan kerugian. Kerugian yang disebabkan oleh permainan judi ada banyak, di antaranya yaitu kerugian finansial atau secara materi, dan bahkan juga akan menyebabkan kerugian masyarakat atas keributan yang mungkin saja ditimbulkan oleh para pemain karena tidak jarang permainan judi berakhir dengan permusuhan.

Untuk kerugian secara finansial atau keuangan sudah jelas, karena pemain hanya mengandalkan sistem untung-untungan saja dalam taruhan, selebihnya jika tidak mendapat kemenangan tentu harus rela kehilangan uang yang sudah ditaruhkan. Dalam poin ini juga tergambar jelas betapa judi termasuk perbuatan dzolim yang melanggar peraturan agama, karena seharusnya uang yang digunakan untuk judi bisa dibelanjakan untuk hal lain.

Yang dimaksud dengan hal lain di atas adalah hak yang lebih bermanfaat, misalnya digunakan untuk memberikan nafkah kepada keluarga, atau sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika dipikir-pikir memang benar, sungguh sangat rugi para pemain yang menghamburkan uang mereka, juga menyia-nyiakan waktu mereka.

Padahal, waktu yang digunakan oleh para pemain untuk berpikir seharian, membuat angka prediksi atau berusaha memenangkan taruhan adalah waktu yang sangat berharga, tapi justru malah mereka sia-siakan untuk memikirkan hal yang belum pasti sama sekali seperti itu. Jadi, orang yang mencoba permainan judi sudah barang tentu mengalami kerugian yang berlipat-lipat, mulai dari kerugian finansial, kerugian waktu, dan banyak kerugian lainnya.

Adanya larangan judi dalam Islam tentu saja tidak bermaksud merugikan bagi umatnya, justru malah memberikan jalan yang benar dan menjauhi catatan-catatan dosa dan berbagai kerugian yang akan ditimbulkannya.

Beberapa dalil yang menunjukkan larangan judi ada dalam surah Al Maidah ayat 90 dan surah Al Hajj ayat 30. Oleh karena itu, sebaiknya Anda benar-benar menjauhi permainan tersebut dan jangan sampai mencoba permainan yang sudah jelas terlarang tersebut dan jangan sampai mendapati kerugian yang akan ditimbulkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *